Studi Kasus: Meningkatkan Konversi Penjualan Hingga 30% dengan Website Baru

Pernahkah kamu merasa punya produk bagus, tapi penjualan stagnan? Banyak bisnis kecil hingga menengah mengalami hal ini. Produk sudah oke, harga bersaing, tapi pengunjung yang mampir ke website tidak berubah jadi pembeli. Nah, di artikel ini kita akan bahas sebuah studi kasus nyata tentang bagaimana sebuah bisnis berhasil meningkatkan konversi penjualan hingga 30% hanya dengan mengganti website lama mereka dengan website baru.

Artikel ini ditulis dengan gaya santai, jadi jangan kaget kalau bahasanya kadang agak ngalir seperti ngobrol di warung kopi. Tapi isinya serius: strategi, data, dan praktik yang bisa kamu contek untuk bisnis kamu sendiri.


1. Kondisi Awal: Website Lama yang Bikin Frustasi

Sebelum kita ngomong soal hasil, mari kita lihat masalahnya dulu. Klien dalam studi kasus ini adalah sebuah toko online fashion lokal. Mereka menjual produk yang sebenarnya cukup hits di kalangan anak muda, tapi websitenya bikin sakit kepala.

Masalah utama:

  • Desain website toko online yang ketinggalan zaman. Navigasinya berantakan, foto produk pecah-pecah.

  • Loading lama. Bahkan untuk buka satu halaman butuh 6-7 detik.

  • Tidak ada optimasi mobile, padahal mayoritas pengunjung datang dari HP.

  • Call-to-action (tombol beli, add to cart, checkout) tersembunyi, bikin orang bingung.

  • Website lama hanya mengandalkan web desain template gratisan tanpa penyesuaian.

Hasilnya? Dari 1.000 pengunjung per hari, hanya 10–15 orang yang benar-benar beli. Conversion rate sekitar 1,2%. Jauh di bawah rata-rata e-commerce sehat.


2. Transformasi: Website Baru dengan Pendekatan Modern

Klien akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan websitedeveloper.my.id. Mereka punya tagline yang cukup jelas: “Membangun website yang sesuai dengan kebutuhan klien, memberikan pelayanan cepat, responsif, dan terkoneksi dengan media sosial.”

Website baru ini tidak sekadar ganti tampilan, tapi betul-betul dibangun ulang dengan fokus pada user experience dan konversi penjualan.

Langkah-langkah yang dilakukan:

a. Mendesain ulang tampilan

Website baru menggunakan web desain terbagus yang clean, minimalis, dan responsif. Tidak lagi bergantung pada template gratisan. Desainnya terinspirasi dari web desain terkenal yang memang terbukti meningkatkan engagement.

Beberapa poin penting:

  • Gunakan website dengan desain terbaik untuk memunculkan trust dari pengunjung.

  • Warna dipilih berdasarkan psikologi warna (warna kontras untuk tombol beli, background yang soft).

  • Layout dibuat simpel, dengan desain web dengan CSS yang rapi, bukan penuh efek berat.

b. Optimasi mobile-first

Lebih dari 75% pengunjung datang lewat smartphone. Website lama gagal memenuhi kebutuhan ini. Website baru didesain mobile-first, jadi tampilannya mulus di HP.

c. Loading super cepat

Dengan optimasi gambar, caching, dan hosting yang stabil, loading time turun dari 7 detik menjadi hanya 2 detik.

d. Call-to-action yang jelas

Tombol “Beli Sekarang” diposisikan di atas lipatan layar (above the fold). Checkout dibuat lebih sederhana, hanya 2 langkah, tidak perlu isi form panjang.

e. Integrasi fitur tambahan

  • Formulir kontak agar pelanggan mudah tanya produk.

  • Fitur live chat.

  • Terhubung dengan Instagram dan WhatsApp.

  • Newsletter untuk promo rutin.


3. Hasil: Konversi Melejit Hingga 30%

Setelah 3 bulan berjalan, hasilnya luar biasa.

  • Conversion rate naik dari 1,2% ke 4,8%. Itu artinya ada kenaikan sekitar 30% lebih dalam jumlah transaksi.

  • Omzet bulanan naik signifikan, terutama karena pelanggan repeat order.

  • Bounce rate turun drastis, dari 70% menjadi 35%.

  • Engagement meningkat karena pengunjung betah lebih lama di website.

Yang menarik, website baru ini bukan cuma bikin penjualan naik, tapi juga meningkatkan citra brand. Banyak pelanggan yang bilang, “Wah, website barunya keren banget, kelihatan profesional.” Itu penting, karena kepercayaan adalah kunci utama dalam belanja online.


Studi Tambahan: Desain Website Lain yang Sukses

Selain toko online, websitedeveloper.my.id juga pernah membuat:

  • Desain website desa: Fokus pada transparansi informasi dan layanan publik online.

  • Desain web murah Bandung: Untuk UMKM lokal yang butuh kehadiran digital tanpa biaya mahal.

  • Desain web murah Semarang: Cocok untuk bisnis kuliner dan jasa.

Setiap proyek berbeda, tapi benang merahnya sama: desain yang tepat bisa mengubah cara orang berinteraksi dengan bisnis. Bahkan dengan budget terbatas, kamu bisa punya website yang tidak kalah dengan perusahaan besar. Jadi, jangan remehkan pentingnya desain web murah tapi efektif.


FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah saya bisa menambahkan formulir kontak ke dalam website?
Tentu bisa. Hampir semua jenis website bisa ditambahkan formulir kontak. Bahkan dengan desain web dengan CSS yang sederhana, formulir bisa tampil profesional. Ini penting supaya pelanggan bisa langsung menghubungi tanpa repot.

2. Bagaimana cara menambahkan video ke dalam website?
Mudah. Kamu bisa embed video dari YouTube atau upload langsung ke hosting. Tapi disarankan pakai embed supaya website tidak berat. Dengan web desain template modern, biasanya fitur ini sudah tersedia.

3. Apa saja jenis-jenis website yang biasa dibuat?
Jenisnya banyak:

  • Website toko online

  • Website perusahaan

  • Website desa

  • Blog pribadi

  • Website portfolio

  • Landing page promo

4. Apakah saya bisa menambahkan fitur langganan newsletter di website saya?
Ya, bisa banget. Newsletter penting untuk retargeting. Dengan fitur ini, pengunjung bisa daftar email, lalu kamu bisa kirim promo, artikel, atau info produk baru. Website baru dalam studi kasus ini juga pakai strategi ini.

5. Apa perbedaan antara website statis dan dinamis?

  • Website statis: Kontennya tetap, tidak berubah-ubah kecuali diubah manual (misalnya company profile sederhana).

  • Website dinamis: Kontennya bisa diperbarui otomatis, interaktif, dan sering terhubung dengan database (misalnya toko online, portal berita).


Kesimpulan

Studi kasus ini membuktikan bahwa desain website bukan hanya soal estetika, tapi juga soal bisnis. Dengan mengganti website lama yang membingungkan menjadi website baru yang user-friendly, cepat, dan responsif, sebuah bisnis bisa meningkatkan penjualannya hingga 30% lebih.

Jangan takut untuk investasi di website. Bahkan dengan desain web murah Bandung atau Semarang, kamu tetap bisa mendapatkan hasil maksimal asal desainnya fokus ke kebutuhan pengguna.

Dan kalau kamu bingung harus mulai dari mana, ada baiknya bekerja sama dengan pihak yang sudah berpengalaman. Seperti yang sudah dilakukan oleh klien dalam studi kasus ini bersama websitedeveloper.my.id,  cepat, responsif, dan terhubung dengan media sosial.

Kalau produk kamu sudah oke, mungkin yang kurang hanya satu: website dengan desain terbaik.

 

Untuk info lebih lanjut hubungi nomor WhatsApp berikut :

https://wa.me/62895324817728

Instagram :

https://www.instagram.com/website_termurah.id?igsh=N2thM3k4N3g1NHM3

 

Baca selengkapnya artikel kami :